IMPERFECTION

Orang yang perfeksionis adalah individu yang berupaya mencapai standar yang sangat tinggi dalam sebuah hal yang dilakukan. Baik itu dalam pekerjaan di kantor, pendidikan, penampilan, maupun hubungan dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Walau karakter ini bisa mendorong seseorang untuk mencapai sesuatu dan memberikan motivasi untuk mencapai prestasi yang lebih baik dari sebelumnya, selalu ingin jadi sempurna juga punya sisi negatif yang cukup mengkhawatirkan.
Hati-hati bila Anda termasuk salah satu yang tidak bisa mentolerir kegagalan. Saat kelewat kritis pada diri sendiri dan tak pernah puas akan hasil yang telah dicapai, ini sama artinya mensabotase kesuksesan yang sebenarnya bisa Anda raih. Dengan sengaja!

Ditch Perfect
Asal Anda tahu, terlalu mengagungkan kesempurnaan bisa memicu stress. Terlebih saat kadar perfeksionisme sudah keterlaluan. Ini karena upaya mengejar kesempurnaan bisa mengarah pada pikiran yang menghancurkan diri sendiri dan berbagai tindakan kurang sehat dalam upaya mencapai tujuan yang tidak realistis. Dan walau orang yang perfeksionis tampak sebagai pekerja keras dan ambisius, kebanyakan dari mereka justru tidak bahagia dengan standar dan ekspektasi yang telah mereka terapkan sendiri .

     Tidak pernah bisa merasa puas adalah penyebab utama dari banyak orang yang gila kesempurnaan untuk gagal dalam banyak aspek kehidupan. Mereka yang perfeksionis cendrung bekerja lebih exstra keras , mendorong diri sampai melewati batas. Padahal, adalah hal yang tidak mungkin mencapai hal seperti itu. Seringkali orang lupa akan kenyataan bahwa akan sangat sulit sebagai manusia mencapai kesempurnaan. Akibatnya merekapun terjebak dalam kebiasaan menunda pekerjaan, alias proskrastinasi saking takutnya akan kegagalan.

     Saat bersikap terlalu berlebihan terhadap kesalahan atau hal-hal yang belum mencapai sempurna, orang justru jadi rentan terhadap masalah-masalah fisik dan psikologis. Mulai dari depresi, ketergantungan  pada alkohol, penyakit jantung koroner, anoreksia, dan bahkan dalam kasus-kasus tertentu, bunuh diri!. Hubungan dengan orang lain juga bisa jadi taruhan karena kaum perfeksionis, seringkali berharap standar tinggi mereka itu juga bisa dicapai oleh orang lain. Bukan hanya itu, selain tak bisa menerima kritik , mereka yang perfeksionis juga fasih menunjukkan kesalahan dan ketidak sempurnaan orang lain.

We're Only Human
Daripada berusaha mencapai hidup yang sempurna, lebih baik mencari satu saja momen sempurna setiap hari. Percaya atau tidak, momen sempurna singkat itu bias bikin Anda merasa lebih baik dan bahagia! Sebaliknya, bila hanya fokus pada kesempurnaan yang tiada akhir, Anda tidak akan pernah bias merasa tenang.

      Jangan biarkan rasa cemas akan kegagalan menghalangi Anda untuk mencapai segala sesuatu yang sebenarnya Anda inginkan. Sebaliknya, hadapi dan jadikan pelajaran untuk mencapai keberhasilan di kemudian hari.

     Dengan begini, Anda bias jadi lebih produktif dan berani mencoba aneka hal baru tanpa harus merasa takut untuk melakukan kesalahan menjalani apapun. Untuk mengubah cara pandang dan perasaan Anda pada diri Anda , (buatlah daftar keuntungan dan kerugian saat menjadi pribadi yang haus kesempurnaan.

     Pelajari daftar itu satu persatu dan lihatlah bahwa masih banyak hal lain yang bisa Anda lakukan tanpa perlu mencapai nilai sempurna). Intinya, coba untuk lebih bersahabat dengan diri Anda sendiri . Jangan terus menerus menyiksa diri untuk melakukan segala sesuatu tanpa kesalahan secuil pun.

     Tak ada salahnya untuk memberi toleransi pada kelalaian yang masih berada dalam batasan yang wajar. Mulailah menerima kelemahan, kekurangan atau ketidaksempurnaan Anda supaya bisa mendorong diri untuk mencari cara agar dapat mengatasinya dan menjadi lebih baik lagi tanpa harus membuat diri sendiri tertekan.

     Memang proses ini tentunya butuh waktu, usaha dan upaya yang terus menerus. Namun seiring dengan waktu, Anda akan bisa lebih menikmati hidup dan meraih kepercayaan diri yang lebih tinggi. Hasilnya? Jelas kesuksesan!

     Jadi, hentikanlah pikiran bahwa Anda harus selalu jadi super dalam segala hal. Ingat, Anda tidak bisa memuaskan semua orang, dan cobalah untuk menerima kenyataan ini : Anda tidak bisa melakukan banyak hal dalam waktu yang singkat. Santai saja!

5 Cara untuk menghentikan obsesi akan kesempurnaan dan nikmati segala keuntungan menjadi jauh dari sempurna!

     1. KNOW YOUR LIMITS
Meningkatkan upaya Anda untuk mencapai keberhasilan memang bagus, tapi coba untuk realistis terhadap apa yang bisa Anda raih. Bukan berarti Anda tidak boleh bermimpi. Ingat, mengharapkan kesempurnaan berbeda dengan menginginkan hasil yang baik. Perfeksionis seringkali bersikap ekstrim terhadap kondisi yang tidak sempurna, padahal seharusnya mereka melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar.

     2. SET YOUR TARGET ON 'GOOD ENOUGH'
Pikirkan waktu dan energi yang Anda butuhkan untuk menjadi 100% lalu tanya diri sendiri apakah semua hal itu benar-benar setimpal dengan hasil akhir. Mulailah menerima bahwa 50% atau 75% sudah cukup baik. Dari pada mengejar yang tidak mungkin, alihkan energi Anda untuk hal-hal yang memang bisa di capai.
     3. SEE CRITICISM AS A CHANCE FOR SELF-IMPROVEMENT
Ingat, kritik bukanlah penilaian terhadap Anda sebagai individu, tapi lebih kepada tingkah laku Anda. Daripada melihat menganggapnya sebagai penolakan atau kegagalan, cari kebenaran di dalamnya lalu gunakan sebagai alat untuk lebih berkembang.

      4. BAN SELF-CRITICISM
Orang perfeksionis cenderung sangat kritis terhadap diri sendiri. Mereka seringkali tenggelam dalam fikiran negatif yang justru mengakibatkan rasa gelisah dan rasa tidak berharga. Segera enyahkan suara-suara negatif dari kepala dan ganti dengan fikiran suportif.

      5. ENJOY THE RIDE
Coba untuk fokus kepada betapa menyenangkanya menjalani proses melakukan sesuatu. Betapa banyak yang Anda pelajari dan bukannya menilai segala hal dari kesuksesan hasil akhir semata. Satu lagi, jangan lupa untuk memberi selamat pada diri sendiri atas keberhasilan yang telah Anda capai, walau sekecil apapun.
Labels: Artikel

Terimakasih Telah Membaca IMPERFECTION. Semoga bermanfaat...!

0 Comment for "IMPERFECTION"

Back To Top